11 Desember 2012

Energi Air Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air


Dari sekian banyak sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan yang ada, salah satunya adalah sumber energi yang berasal dari air. Sumber energi air ini menjadi alternatif pilihan karena merupakan sumber energi terbarukan dan tidak menimbulkan polusi. Sumber energi air merupakan yang terbesar dalam kapasitas dan pemanfaatannya bila dibandingkan dengan sumber energi alternatif lainnya.
Selama ini sumber energi yang berasal dari minyak bumi atau batu bara serta gas alam, merupakan sumber produksi gas karbon terbesar yang dapat berakibat pada pencemaran lingkungan serta perubahan iklim dunia. Gas karbon sisa pembakaran yang tidak sempurna ini dapat terakumulasi dalam udara dan membentuk efek rumah kaca sehingga suhu dibumi menjadi semakin panas.
Pemanfaatan air sebagai sumber energi telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai penggerak mesin penumbuk gandum, sebagai penggerak pompa dan lain lain. Dan hingga kinipun air sebagai sumber energi masih dimanfaatkan. Pemanfaatan air yang paling populer saat ini adalah sebagai sumber tenaga bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Kita sebut saja PLTA Jatiluhur, PLTA Saguling serta PLTA PLTA lainnya yang ada ditanah air sebagai contohnya.
Sumber energi bagi pembangkit listrik tenaga air ini didapat dengan cara mengumpulkan sejumlah air yang mengalir dari suatu sungai, sungai yang dipilih biasanya yang mempunyai aliran sepanjang waktu dan membendungnya pada suatu bendungan, sehingga air akan mempunyai potensial yang besar untuk mendorong turbin. Air dijatuhkan dari suatu ketinggian melalui saluran khusus (penstock) menuju turbin. Turbin akan berputar karena ditabrak oleh energi kinetik air untuk selanjutnya turbin mempunyai tenaga untuk menggerakan generator sebagai penghasil listrik dan selanjutnya didistribusikan untuk berbagai keperluan ke sejumlah wilayah.
Untuk wilayah Indonesia yang merupakan negara tropis yang mempunyai banyak pegunungan dan hutan adalah merupakan kekayaan tersendiri bagi PLTA. Pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa air ini harus diperbanyak mengingat kita tidak dapat bergantung terus menerus pada sumber energi  dari fosil berupa minyak bumi. Karena tanpa disadari cepat ataupun lambat sumber energi minyak akan menjadi barang langka dan sangat mahal di dunia ini. Dan yang tak kalah penting adalah dampak yang ditimbulkan dari sisa pembakaran BBM adalah merupakan racun berbahaya dan dapat merubah tatanan iklim secara global.
Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air PLTA menjadi pilihan yang baik karena merupakan sumber energi terbarukan yang tidak banyak menimbulkan dampak yang buruk, malah dengan dimanfaatkannya sungai sebagai sumber energi PLTA seharusnya kawasan hulu hutan, gunung dan sebagainya dapat terpelihara demi adanya air yang mengalir sebagai sumber energi bagi PLTA.
Di Jawa Barat dari sebuah sungai Citarum saja dapat dibangun 3 buah PLTA berukuran besar, sehingga bila di Indonesia terdapat puluhan sungai besar dan dari satu sungai tersebut dibangun lebih dari 1 PLTA, maka akan dapat dihasilkan sumber listrik yang besar. 
 Yang tak kalah penting dari dibangunnya bendungan bendungan untuk sarana PLTA adalah dapat dijadikan sebagai sarana pengendali banjir bagi daerah daerah yang berada di hilir. Namun tentunya biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan memang tidak sedikit karena luasnya daerah yang harus dibebaskan sebagai penampung air ini. Namun sangat wajar mengingat tidak hanya listrik saja yang dihasilkan dari bendungan ini tetapi perekonomian daerah sekitarnya akan hidup seperti irigasi, perikanan, pariwisata dan yang lainnya. Bendungan juga sebagai penyangga akan turunnya air secara berlebihan ke daerah hilir, air dari daerah hulu akan lebih terkendali  sehingga banjir besar seperti di kota Jakarta  ini tidak terjadi.
Berikut adalah skema bagaimana sebuah pembangkit listrik tenaga air bekerja.
Skema Pembangit Listrik Tenaga Air